TUGAS MAKALAH
TEORI ORGANISASI UMUM 2
MENGENAI KEMISKINAN
Disusun Oleh :
Putri Puspitasari
NPM : 15110463
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seperti yang telah kita ketahui, bahwa dalam setiap pulau atau Negara, pasti memiliki warga Negara yang kurang mampu atau bisa dikatakan sebagai masyarakat menengah kebawah, khususnya di Indonesia. Di Indonesia sendiri, khususnya di kota Jakarta. Pada masyarakat yang masih sederhana, kemiskinan bukan merupakan problem sosial. Tetapi mereka lebih menganggap bahwa semuanya itu adalah takdir yang telah digariskan. Sehingga, mereka tidak terlalu memperdulikan keadaan mereka. Yang mereka fikirkan adalah bagaimana cara agar mereka dapat bertahan hidup, dan dapat memenuhi kebutuhan pribadi, maupun orang lain. Kecuali jika memang mereka benar-benar menderita.
Kemiskinan seringkali terjadi karena rendahnya tingkat perekonomian atau kebutuhan yang kurang terpenuhi. Kemiskinan dapat di artikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup untuk memenuhi atau mencukupi kebutuhan hidup untuk dirinya sendiri serta keluarganya. Kemiskinan berhubungan dengan kebutuhan pangan, kesehatan, pekerjaan, dan sebagainya. Kemiskinan semakin bertambah karena sulitnya mencari lapangan pekerjaan, sedangkan kemampuan yang dimiliki seseorang terbatas.
Di ibu kota Jakarta, banyak terdapat pengemis-pengemis yang bertaburan dimana-mana, anak-anak kecil yang selalu menadahkan tangannya demi mendapatkan sepeser uang. Bahkan adapula ibu yang tega membawa anak bayinya untuk mengemis-ngemis. Semua itu semata-mata untuk mendapatkan uang, demi memenuhi kebutuhan hidup.
Dibalik kemegahan kota Jakarta, ternyata tidak luput dari kemiskinan. Melihat kondisi Negara kita yang memiliki angka kemiskinan tinggi, membuat penulis tertarik untuk mengangkat masalah yang bertemakan kemiskinan ini, agar penulis, serta pembacanya sadar akan kepedulian terhadap sesamanya, agar bisa sedikit mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Dalam kata lain, agar dapat membantu meringankan pederitaan orang miskin. Dan agar Indonesia bisa lebih maju lagi,,
1.2 Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah kemiskinan harus segera diatasi. Karena menurut pengamatan saya, jumlah angka kemiskinan tiap tahunya terus meningkat. Dari permasalahan kemiskinan yang terjadi di Jakarta, saya mencoba untuk merumuskan beberapa rumusan masalah, antara lain ;
1. Pengertian kemiskinan
2. Faktor-faktor penyebab kemiskinan
3. Cara mengatasi masalah kemiskinan
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Landasan Teori
1. PEGERTIAN KEMISKINAN
Kemiskinan pada dasarnya merupakan salah satu bentuk masalah yang muncul di dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya masyarakat di Negara berkembang, seperti di Jakarta. Masalah kemiskinan ini sangat berdampak sekali terhadap kehidupan perekonomian di Indonesia. Menurut saya, perlu adanya upaya pemecahan masalah agar kemiskinan tidak merajalela di daerah-daerah besar, khususnya di daerah ibu kota Jakarta. Di sana banyak terdapat warga miskin. Padahal ibu kota Jakarta adalah salah satu kota metropolitan. Di ibu kota Jakarta banyak terdapat bangunan-bangunan megah dan mewah. Selain itu, juga banyak terdapat gedung-gedung pencakar langit.
Menurut Prof.Dr.Emil Salim,
yang dimaksud dengan kemiskinan merupakan suatu keadaan yang di lukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok . Atau dengan istilah lain kemiskinan itu merupakan ketidak mampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan pokok sehingga mengalami keresahan, kesengsaraan atau kemelaratan dalam setiap langkah hidupnya.
Menurut Wolf Scott,
Kemiskinan pada umumnya didefinisikan dari segi pendapatan (Dalam jumlah uang) ditambah dengan keuntungan non-material yang diterima seseorang, cukup tidaknya memiliki aset seperti tanah, rumah, uang,emas dan lain-lain dimana kemiskinan non-material yang meliputi kebebasan hak untuk memperoleh pekerjaan yang layak.
Menurut John Friedman,
kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk mengakumulasikan basis kekuasaan sosial, meliputi modal yang produktif, sumber keuangan, organisasi sosial dan politik (Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial saja, tapi juga aspek natural material).
Ekonom Amartya Sen,
juga mengenalkan makna kemiskinan secara lebih luas, yakni ketidakmampuan manusia, yang ditandai pendidikan rendah, tak berpengetahuan, tak berketerampilan, tak berdayaan. Bahkan, Sen menyentuh dimensi politik: ketiadaan kebebasan dan keterbatasan ruang partisipasi, yang menghalangi warga untuk terlibat proses pengambilan kebijakan publik. Dalam situasi demikian, masyarakat ada dalam posisi tidak setara untuk mendapatkan akses ke sumber-sumber ekonomi produktif sehingga terhalang untuk memperoleh sesuatu yang menjadi hak mereka.
2. FAKTOR-FAKTOR TIMBULNYA KEMISKINAN
ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemiskinan, diantaranya :
ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemiskinan, diantaranya :
a. Pendidikan Yang Rendah
Tingkat pendidikan yang rendah, menyebabkan seseorang kurang mempunyai keterampilan
tertentu yang diperlukan dalam kehidupannya. Keterbatasan pendidikan / keterampilan yang
dimiliki menyebabkan keterbatasan kemampuan untuk masuk dalam dunia kerja.
b. Malas Bekerja
Merupakan suatu masalah yang cukup memprihatinkan. Sikap malas ini cenderung untuk
menggantungkan hidup pada orang lain, baik dari keluarga, saudara atau famili yang
di pandang mempunyai kemampuan untuk menanggung kebutuhan hidup mereka.
c. Keterbatasan Sumber Alam
Kemiskinan akan melanda suatu masyarakat apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan
keuntungan bagi kehidupan mereka. Sering dikatakan oleh para ahli bahwa masyarakat itu
miskin karena memang dasarnya “alamiyah miskin”.
Alamiyah miskin yang dimaksud disini adalah kekayaan alamnya, misalnya tanahnya
berbatu-batu, tidak menyimpan kekayaan mineral, dan sebagainya. Dengan demikian
layaklah kalau miskin sumber daya alam miskin juga masyarakatnya.
d. Terbatasnya Lapangan Kerja
Keterbatsan lapangan kerja akan membawa konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat, secara
ideal banyak orang mengatakan bahwa seseorang / masyarakat harus mampu menciptakan
lapangan kerja baru, tetapi secara factual hal tersebut kecil kemungkinannya. Karena adanya
keterbatasan kemampuan seseorang baik yang berupa skill maupun modal.
e. Keterbatasan Modal
Keterbatasan modal adalah sebuah kenyataan yang ada di Negara-negara yang sedang berkembang. Kenyataan tersebut membawa kemiskinan pada sebagaian masyarakat di Negara tersebut.
Seorang miskin sebab mereka tidak mempunyai modal untuk melengkapi alat atau bahan dalam rangka menerapkan keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh penghasilan.
Seorang miskin sebab mereka tidak mempunyai modal untuk melengkapi alat atau bahan dalam rangka menerapkan keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh penghasilan.
f. Beban Keluarga
Semakin banyak anggota keluarga akan semakin banyak/meningkat pula tuntutan / beban untuk hidup yang harus dipenuhi. Seseorang yang mempunyai anggota keluarga banyak apabila tidak di imbangi dengan usaha peningkatan pendapatan sudah pasti akan menimbulkan kemiskinan karena mereka memang berangkat dari kemiskinan.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pembahasan
Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu. Pada umumnya masyarakat miskin bukan karena kurangnya pangan, tetapi miskin karena minimnya kemudahan atau materi. Pada kehidupan modern saat ini, mereka tidak dapat menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya.
Kemiskinan adalah salah satu penyakit ekonomi yang tidak hanya dialami oleh Negara-negara sedang berkembang saja, tetapi juga Negara-negara maju.
Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yaitu kemiskinan alami dan kemiskinan buatan. kemiskinan alami terjadi akibat sumber daya alam (SDA) yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam. Sedangkan Kemiskinan Buatan diakibatkan oleh imbas dari para birokrat kurang berkompeten dalam penguasaan ekonomi dan berbagai fasilitas yang tersedia, sehingga mengakibatkan susahnya untuk keluar dari kemelut kemiskinan tersebut. Dampaknya, para ekonom selalu gencar mengkritik kebijakan pembangunan yang mengedepankan pertumbuhan ketimbang dari pemerataan.
Masalah kemiskinan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan saja apabila kita lihat dipinggir jalan sering terlihat anak-anak kecil meminta-minta, banyak para pengemis dan pengamen. Hal tersebut dilakukan oleh mereka karena suatu keadaan ekonomi yang kurang mencukupi bagi kehidupan mereka. Biasanya beban kemiskinan paling besar terletak pada kelompok-kelompok tertentu. Kaum wanita pada umumnya merupakan pihak yang dirugikan. Apabila dalam keadaan rumah tangga miskin, maka kaum wanita lah yang menanggung beban kerja yang lebih berat dari pada kaum pria. Demikian pula dengan anak-anak mereka juga menjadi korban akibat adanya ketidakmerataan dan kualitan hidup masa depan mereka terancam oleh karena tidak tercukupnya gizi, pemerataan, kesehatan, serta pendidikan.
Menurut Kartasasmita (1997:234) mengatakan bahwa kemiskinan merupakan masalah dalam pembangunan yang ditandai dengan pengangguran dan keterbelakangan yang kemudian meningkat menjadi ketimpangan. Sedangkan menurut BrendLey (dalam ala, 1981:4) kemiskinan merupakan ketidaksanggupan untuk mendapatkan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang memadai untuk memenuhi kebuthan sosial yang terbatas.
Seiring berjalanya waktu, kini pemerintah Indonesia mulai melakukan banyak kegiatan alternative untuk membantu rakyat miskin, misalkan saja yang kita ketahui bahwa kini pemerintahan telah mengadakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan langsung kepada rakyatnya. Namun program ini dinilai tidak relevan karena pembagiannya tidak merata kesemua rakyat miskin, kini masih juga ditemukan banyak warga miskin yang sama sekali belum menerima program BLT tersebut.
Masalah kemiskinan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan saja apabila kita lihat dipinggir jalan sering terlihat anak-anak kecil meminta-minta, banyak para pengemis dan pengamen. Hal tersebut dilakukan oleh mereka karena suatu keadaan ekonomi yang kurang mencukupi bagi kehidupan mereka. Biasanya beban kemiskinan paling besar terletak pada kelompok-kelompok tertentu. Kaum wanita pada umumnya merupakan pihak yang dirugikan. Apabila dalam keadaan rumah tangga miskin, maka kaum wanita lah yang menanggung beban kerja yang lebih berat dari pada kaum pria. Demikian pula dengan anak-anak mereka juga menjadi korban akibat adanya ketidakmerataan dan kualitan hidup masa depan mereka terancam oleh karena tidak tercukupnya gizi, pemerataan, kesehatan, serta pendidikan.
Menurut Kartasasmita (1997:234) mengatakan bahwa kemiskinan merupakan masalah dalam pembangunan yang ditandai dengan pengangguran dan keterbelakangan yang kemudian meningkat menjadi ketimpangan. Sedangkan menurut BrendLey (dalam ala, 1981:4) kemiskinan merupakan ketidaksanggupan untuk mendapatkan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang memadai untuk memenuhi kebuthan sosial yang terbatas.
Seiring berjalanya waktu, kini pemerintah Indonesia mulai melakukan banyak kegiatan alternative untuk membantu rakyat miskin, misalkan saja yang kita ketahui bahwa kini pemerintahan telah mengadakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan langsung kepada rakyatnya. Namun program ini dinilai tidak relevan karena pembagiannya tidak merata kesemua rakyat miskin, kini masih juga ditemukan banyak warga miskin yang sama sekali belum menerima program BLT tersebut.
Berbagai macam cara mengatasi kemiskinan, diantaranya :
1. Menyediakan lapangan pekerjaan, yang mampu menampung banyak tenaga kerja, sehingga
mengurangi pengangguran
2. Menghapuskan korupsi, karena korupsi adalah salah satu penyebab layanan masyarakat tidak
berjalan sebagaimana mestinya
3. Menyediakan fasilitas pendidikan yang murah bagi orang-orang yang tidak mampu, bahkan jika
3. Menyediakan fasilitas pendidikan yang murah bagi orang-orang yang tidak mampu, bahkan jika
perlu mengadakan program pembebasan biaya sekolah
4. Menanamkan cara berpikir positif dan mau selalu bekerja keras dan pantang menyerah jika
mengalami suatu kegagalan
5. Pemerintah harus memperhatikan keadaan rakyat miskin dan memberikan bantuan bagi mereka
5. Pemerintah harus memperhatikan keadaan rakyat miskin dan memberikan bantuan bagi mereka
yang benar-benar membutuhkan
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari penelitian yang telah dilakukan penulis, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Masalah Kemiskinan bisa terjadi di Negara maju maupun Negara sedang berkembang. Selain itu kemiskinan juga manjadi masalah dunia sejak berabad-abad lalu. hingga kini kemiskinan masih menjadi bagian dari persoalan terberat dan paling krusial di dunia ini. Seiring berkembangnya pemikiran bahwa kemiskinan adalah masalah struktural, maka upaya untuk mengatasi kemiskinan pun kini dikaitkan dengan perbaikan sistem dan struktur, tidak semata-mata bertumpu pada aksi sesaat berupa crash program.
Namun kini pemerintahan Indonesia sedikit demi sedikit telah memperbaiki keadaan ekonomi rakyat dengan mengatasi kemiskinan yang terjadi di Indonesia. Sekarang ini pemerintahan Indonesia telah melakukan program Bantuan Langsung Tunai bagi masyarakat menengah kebawah.
Namun kini pemerintahan Indonesia sedikit demi sedikit telah memperbaiki keadaan ekonomi rakyat dengan mengatasi kemiskinan yang terjadi di Indonesia. Sekarang ini pemerintahan Indonesia telah melakukan program Bantuan Langsung Tunai bagi masyarakat menengah kebawah.
4.2 Saran
Dalam memberantas kemiskinan harus sampai kepada akar masalah. Agar kemiskinan di Indonesia tidak bertambah banyak. Angka kemiskinan bisa di kurangi dengan cara, membuat beberapa kebijakan yang harus ditempuh oleh pemerintah demi memberantas kemiskinan adalah dengan cara memperluas dan memeratakan pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, membangun perumahan, penciptaan lapangan pekerjaan, membangun infrastruktur untuk memperlancar transaksi ekonomi dan perdagangan.
Daftar Pustaka
