Sabtu, 27 November 2010

Kasus Korupsi yang dilakukan oleh Gayus Tambunan


Gayus tambunan

Gayus Holomoan P. Tambunan yang lebih dikenal dengan nama Gayus Tambunan itu adalah seorang pegawai negeri golongan III-A. Sehari-hari gayus hanya menjadi penelaah keberatan pajak (banding) perorangan dan badan hukum di Kantor Pusat Direktoriat Pajak.

Menurut Susno Duadji (Kepala Badan Reserse Kriminal) menyebutkan, bahwa Gayus memiliki Rp 25 Miliar di rekeningnya, namun hanya Rp 395 Juta yang dijadikan pidana dan disita oleh negara. Sisanya adalah Rp 24,6 Miliar menguap entah kemana..

Dalam kasus ini, gayus dituntut oleh kepolisian dengan 3 pasal. Yaitu pasal penggelapan, pencurian uang, dan korupsi. Dalam perundang-undangan disebutkan, bahwa pelaku tindak pidana pencucian uang seharusnya dihukum paling sedikit 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara. Tetapi, kenapa gayus hanya dituntut dengan pasal penggelapan saja. Dan hakim hanya memvonisnya dengan hukuman 1 tahun percobaan saja, selanjutnya ia dibebaskan. Apakah itu adil, bagi seorang yang mengambil uang rakyat (Korupsi) ..??

Seharusnya aparat hakim dan kepolisian bisa lebih tegas lagi, dalam memberikan sanksi kepada kasus-kasus seperti ini. Karena kasus korupsi seperti ini, bukanlah kasus yang ringan. Kasus korupsi ini juga dapat merugikan bangsa. Dan agar nantinya hal-hal yang serupa seperti ini tidak terulang kembali.

Selasa, 16 November 2010


ANAK JALANAN
 Anak jalanan pada umumnya berasal dari keluarga yang perekonomiannya lemah. Mereka merupakan korban dari berbagai penyimpangan-penyimpangan yang tidak bertanggung jawab.
Anak-anak jalanan hidup dan berkembang dengan latar belakang kehidupan jalanan. Mereka sangat akrab dengan kemiskinan, dan rata-rata mereka kehilangan kasih sayang.
Anak seusia mereka, yang seharusnya belajar, ini malah untuk mencari nafkah. Tanpa mengenal lelah, mereka berjuang mencari uang, demi memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Menurut saya, Anak jalanan itu sangat hebat. Mereka mampu bertahan dari kerasnya kehidupan yang mereka hadapi saat ini. Ketegaran dan kekuatan mereka, patut menjadi contoh. Agar kita dapat mensyukuri apa yang telah kita peroleh. Mereka juga dapat menjadi motivasi kita, agar kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Faktor-faktor penyebab anak-anak menjadi anak jalanan adalah terbatasnya faktor ekonomi, kurangnya perhatian, kurangnya kasih sayang, kurangnya pendidikan, serta kehangatan jiwa.
Pekerjaan yang biasa mereka lakukan adalah menjadi pengamen, ojek payung, kuli antar/pembawa belanja di pasar-pasar, dan meminta-minta.
Kadang kala, anak jalanan yang biasanya meminta-minta, juga suka memaksa orang supaya memberikan uang kepada mereka. Sehingga membuat orang tersebut menjadi takut dan kesal juga. Sikap mereka itu karena kurangnya kasih sayang, tata krama atau perilaku dari lingkungan sekitar.
Solusi:
Menurut saya, sebaiknya orang tua dapat lebih mempehatikan anak-anaknya, agar mereka mendapatkan kasih sayang. Dan sebaiknya pemerintah juga harus lebih memperhatikan anak-anak ini, agar mereka tidak terlalu terbebankan. Minimal adakan sekolah gratis khusus untuk mereka yang tidak mampu. Agar mereka mendapatkan ilmu dan pelajaran, serta perilaku-perilaku yang baik. Minimal untuk mengurangi jumlah anak-anak jalanan..