Jumat, 03 Mei 2013

Konflik antara korea utara dengan korea selatan


Dari beberapa artikel yang saya baca, saya menuliskan inti pokok permasalahan yang saya anggap menjadi pemicu konflik antara pihak korea utara dengan korea selatan.
Beberapa waktu terakhir ini, dikabarkan bahwa hubungan antara korea utara dengan korea selatan memanas, akibat konflik yang baru-baru ini terjadi di masa pimpinan baru Kim Jong-un, yang baru saja menduduki kursi pemimpin korea utara. Kim Jong-un adalah seorang pemimpin muda yang dikenal manja, yang ingin mendapatkan image pemimpin muda yang berani dalam bertindak. Sehingga memprovokasikan hal tersebut dengan menembakkan peluru artileri kepada korea selatan.  Hal tersebut dilakukan karena mendapat dorongan dari negara-negara lain, sehingga timbulnya provokasi yang mengakibatkan serangan bombardir ke negara korea selatan. Korea selatan yang tidak mengetahui apa penyebab korea utara berani menembakkan peluru artileri ke pulau Yeonpyeong di korea selatan. Sehingga mengakibatkan kerusakan pada bangunan di pulau tersebut. Para saksi mata yang melihat kejadian tersebut menjadi memanas dan melakukan serangan balik terhadap korea utara.
Hal ini membuat pemerintah korea selatan antusias dengan kasus tersebut, sehingga pemimpin korea selatan menggelar rapat mendadak untuk mengklarifikasikan masalah tersebut, dan segera memberi arahan agar warga korea selatan yang berada pada pulau Yeonpyeong menghentikan aksi saling bombardir dan menyerukan agar warga yang terluka segera diungsikan, agar tidak terjadi insiden lainnya.
Menurut saya :
Lebih baik sudahi saja peperangan yang dapat mengorbankan rakyat menjadi tewas, dengan mengadakan pertemuan antara kedua belah pihak (antara pihak korea utara dengan korea selatan) guna melakukan pembicaraan dan perjanjian jalan damai yang akan disepakati secara bersama, agar tidak terjadinya peperangan yang dapat membuat masing-masing negara menjadi panik dan cemas. Belum lagi, banyak orang yang tidak berdosa tewas akibat serangan tersebut..
Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar