Dari
beberapa artikel yang saya baca, saya menuliskan inti pokok permasalahan yang
saya anggap menjadi pemicu konflik antara pihak korea utara dengan korea
selatan.
Beberapa
waktu terakhir ini, dikabarkan bahwa hubungan antara korea utara dengan korea
selatan memanas, akibat konflik yang baru-baru ini terjadi di masa pimpinan
baru Kim Jong-un, yang baru saja menduduki kursi pemimpin korea utara. Kim
Jong-un adalah seorang pemimpin muda yang dikenal manja, yang ingin mendapatkan
image pemimpin muda yang berani dalam bertindak. Sehingga memprovokasikan hal
tersebut dengan menembakkan peluru artileri kepada korea selatan. Hal tersebut dilakukan karena mendapat
dorongan dari negara-negara lain, sehingga timbulnya provokasi yang
mengakibatkan serangan bombardir ke negara korea selatan. Korea selatan yang
tidak mengetahui apa penyebab korea utara berani menembakkan peluru artileri ke
pulau Yeonpyeong di korea selatan. Sehingga mengakibatkan kerusakan pada
bangunan di pulau tersebut. Para saksi mata yang melihat kejadian tersebut
menjadi memanas dan melakukan serangan balik terhadap korea utara.
Hal ini
membuat pemerintah korea selatan antusias dengan kasus tersebut, sehingga pemimpin
korea selatan menggelar rapat mendadak untuk mengklarifikasikan masalah
tersebut, dan segera memberi arahan agar warga korea selatan yang berada pada
pulau Yeonpyeong menghentikan aksi saling bombardir dan menyerukan agar warga
yang terluka segera diungsikan, agar tidak terjadi insiden lainnya.
Menurut saya :
Lebih baik sudahi saja peperangan
yang dapat mengorbankan rakyat menjadi tewas, dengan mengadakan pertemuan
antara kedua belah pihak (antara pihak korea utara dengan korea selatan) guna
melakukan pembicaraan dan perjanjian jalan damai yang akan disepakati secara
bersama, agar tidak terjadinya peperangan yang dapat membuat masing-masing
negara menjadi panik dan cemas. Belum lagi, banyak orang yang tidak berdosa
tewas akibat serangan tersebut..
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar