Sabtu, 26 Januari 2013

Linux


Sistem file pada linux

Linux adalah sebuah sistem operasi yang awalnya dibuat sebagai proyek hobby seorang mahasiswa muda yang bernama “Linus Torvalds”, di universitas of Helsinki Ferlandia.
Directory pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai suatu file yang didalamnya terkandung file-file atau directory-directory lain yang memiliki tujuan untuk pengelompokkan, meningkatkan efisiensi proses kerja dan yang terpenting adalah untuk mempermudah pencarian file.
Berikut ini adalah directory yang standart yang dibuat system linux
Ø  /
adalah directory Root yang berguna untuk menampung seluruh file yang terdapat dalam sistem linux
Ø  /bin
adalah directory yang berisi mengenai file-file yang dapat langsung digunakan
Ø  /boot
adalah directory yang berisi file-file yang digunakan saat linux melakukan booting
Ø  /dev
adalah direktori yang berisi file-file dari hardware yang dimiliki oleh komputer
Ø  /etc
adalah direktory yang berisi file-file yang digunakan untuk mengkonfigurasi linux
Ø  /home
adalah directory yang digunakan untuk menyimpan semua direktory user
Ø  /lib
adalah directory yang berisi file-file library yang diperlukan oleh program-program pada root directory sistem linux
Ø  /mnt
adalah direktory yang berisi file-file yang dapat anda gunakan untuk memonting di device-device yang komputer anda miliki
Ø  /proc
adalah directory yang berisi file-file buffer yang digunakan untuk menginformasikan proses-proses yang sedang berjalan pada sistem linux
Ø  /root
adalah directory home untuk root
Ø  /sbin
adalah directory yang berisi file-file yang dijalankan oleh sistem linux
Ø  /tmp
adalah directory yang berisi file-file sementara (file-file yang diakibatkan adalah interupt-interupt pada sistem linux)
Ø  /usr
adalah directory yang berisi file-file yang dapat dijalankan atau berorientasi untuk semua user
Ø  /var
adalah directory yang berisi file-file data yang dapat berubah-rubah saat linux sedang dalam proses

Sumber : Buku Catatan pribadi SMK Nasional

Komputer Tuna Netra


Aplikasi Komputer untuk Tuna Netra

merupakan salah satu pembahasan dalam membuat tugas kelompok prototype IMK (Interaksi Manusia dan Komputer). membahas mengenai tuna netra. Secara etimologi kata tuna netra berasal dari tuna yang berarti rusak, netra berarti mata atau penglihatan. Secara umum, Tuna netra adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam penglihatan atau tidak berfungsinya indera penglihatan.
Agar seorang tuna netra dapat menggunakan sebuah aplikasi komputer. Maka seorang tuna netra tersebut dapat menggunakan aplikasi Screen Reader. Screen Reader merupakan sebuah perangkat lunak yang berfungsi untuk membaca setiap teks yang akan muncul di layar komputer. Kemudian teks tersebut akan diterjemahkan ke dalam bentuk audio.
Screen reader dapat dikatakan sebagai “mata” bagi tuna netra dalam mengoperasikan komputer. Dengan aplikasi tersebut, tuna netra dapat memperoleh informasi menegenai teks yang tertera di layar monitor.
Contoh aplikasi Screen Reader adalah JAWS, NVDA, dll.

Pengenalan salah satu Screen Reader NVDA
NVDA ( Non Visual Desktop Access ) merupakan salah satu Screen Reader yang dapat membantu tuna netra dalam menggunakan komputer. Program ini bekerja dengan mengeluarkan suara. Dengan mengikuti kemana arah kursor tersebut berhenti.
Software ini bersifat freeware (gratis) dan open source (mudah dikembangkan) yang dikembangkan oleh NV Access. NVDA memiliki kemampuan untuk membaca posisi pointer mouse pada layar monitor. Kelebihan NVDA yaitu tersedianya NVDA portable. Sehingga ia memudahkan pengguna dalam mengoperasikan komputer.

Huruf Braille
Selain menggunakan aplikasi Screen Reader, seorang tuna netra juga disarankan untuk menggunakan Huruf Braille pada keyboard.
Huruf Braille adalah sistem tulisan sentuh yang digunakan untuk Tuna Netra. Huruf Braille yaitu format huruf timbul yang ditulis dengan cara menekan tombol yang berada pada keyboard, yang hasil atau hurufnya dapat diraba dengan menggunakan jari.
Sistem ini diciptakan oleh seorang yang berkebangsaan Perancis yang bernama “Louis Braille” seorang tuna netra yang disebabkan kebutaan sewaktu kecil. Ketika berusia 15 tahun, Braille membuat suatu tulisan untuk memudahkan membaca ketika gelap. Tulisan ini dinamakan huruf Braille.
Huruf-huruf Braille menggunakan kerangka penulisan seperti kartu domino. Satuan dasar dari sistem tulisan ini disebut sel Braille, di mana tiap sel terdiri dari enam titik timbul, tiga baris dengan dua titik. Keenam titik tersebut dapat disusun sedemikian rupa hingga menciptakan 64 macam kombinasi. Huruf Braille dibaca dari kiri ke kanan dan dapat melambangkan abjad, tanda baca, angka, tanda musik, simbol matematika dan lainnya.

Sumber : http://brailleadaptive.com/

OSI Layers Concepts


OSI Reference Model
Open System Interconnection (OSI) Reference Model merupakan model standarisasi internasional yang dibangun oleh International Standardization Organization (ISO) dan International Telecommunication Union Telecommunication (ITU-T).
OSI Reference Model ini digunakan sebagai model standar Internasional untuk
menjelaskan komunikasi data di jaringan.

OSI Layers Concepts
OSI Reference Model merupakan Model Referensi Standard yang
merepresentasikan komunikasi data antar peralatan jaringan dan antar jaringan.

Keuntungan menggunakan OSI Reference Model adalah:
Ø  Membagi jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah untuk diatur dan dipelajari
Ø  Standarisasi Interface yang digunakan membantu vendor-vendor perangkat jaringan yang berbeda dalam membangun dan mendukung pengembangan setiap perangkat
Ø  Menjembatani perbedaan teknologi jaringan yang digunakan dalam berkomunikasi
Ø  Mempercepat perkembangan teknologi jaringan.



Application Layer:
ü  Aplikasi atau service yang melakukan proses data,
seperti: Electronic Mail, File Transfers, browser

Presentation Layer:
ü  Menjamin data agar dapat dibaca oleh sistem
ü  Menentukan format data yang akan dikirimkan atau diterima
ü  Menentukan struktur data
ü  Mengatur data transfer syntax bagi application layer

Session Layer:
ü  Membangun (establish), mengatur (manage), dan menghentikan (terminate) sesi (session) antar aplikasi

Transport Layer:
ü  Menentukan metode dan kehandalan pengiriman (Transport) Data antar hosts, misal: metode TCP atau UDP
ü  Membangun (establish), menjaga (maintain), dan menghentikan (terminate) Virtual Circuits antar hosts atau jaringan
ü  Data Fault Detection dan mengatur perbaikan (recovery) informasi data yang dikirimkan

Network Layer:
ü  Mengatur penentuan jalur (path) dalam pengiriman data antara end system
ü  Pengaturan Routing
ü  Lebih kepada pengaturan pengalamatan secara logical

Data Link Layer:
ü  Mengatur proses pengiriman data melalui media
ü  Menentukan pengalamatan secara fisik (Physical Addressing), Topologi Jaringan, error notification, serta flow control

Physical Layer:
ü  Proses konversi data digital ke analog (electricity Voltage) atau sebaliknya


Sumber : Module catatan pribadi SMK Nasional, mengenai "Lapisan OSI"