Minggu, 07 Juli 2013

KENAIKAN HARGA BBM DAN DAYA BELI MASYARAKAT


Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berdampak signifikan pada daya beli masyarakat khususnya pada golongan rakyat kurang mampu, karena meningkatnya harga minyak dunia dan membengkaknya konsumsi BBM tidak bisa dikompensasin dengan produksi minyak di indonesia,serta sebagian besar  70% BBM bersupsidi di nikmati oleh masyarakat golongan mampu (kaya). Ini tentu kurang adil bagi masyarakat miskin dan kurang mampu.
Selain itu jauh lebih memperihatinkan para pedagang terpaksa menaikan harga bahan baku pasar yang sudah menjadi kebutuhan pokok ekonomi sehari-hari, serta angkutan umum yang ikut menaikan tarif tersendiri karena kenaikan harga bahaan bakar  minyak (BBM) bersubsidi.
Untuk menyehatkan perekonomian masyarakat indonesia, pemerintah harus mengambil langkah penyesuaian harga BBM bersubsidi meski kebijakan ini akan menimbulkan inflasi yang berdampak pada daya beli masyarakat penghasilan rendah, ini adalah pilihan yang sulit dan merupakan alternatif terahir bagi pemerintah.
Mentri keuangan (menkeu) Chatib Basri mengatakan bahwa puncak inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi diperkirakan akan terjadi pada pertengahan juli mendatang, kenaikan BBM tersebut akan sangat terasa pada bulan pertama sejak di berlakukankenaikan pada tanggal 22 juni 2013 kemarin.
Untuk itu pemerintah akan memberikan kebijakanprogram percepatan dan perlindungan sosial untuk melindungi masyarakat miskin yang paling terkena dampak dari kenaikan BBM, program tersebutakan didesain dalam satu paket sehingga mampumendorong daya beli masyarakat kurang mampu (miskin).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar