Sabtu, 26 Januari 2013

Komputer Tuna Netra


Aplikasi Komputer untuk Tuna Netra

merupakan salah satu pembahasan dalam membuat tugas kelompok prototype IMK (Interaksi Manusia dan Komputer). membahas mengenai tuna netra. Secara etimologi kata tuna netra berasal dari tuna yang berarti rusak, netra berarti mata atau penglihatan. Secara umum, Tuna netra adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam penglihatan atau tidak berfungsinya indera penglihatan.
Agar seorang tuna netra dapat menggunakan sebuah aplikasi komputer. Maka seorang tuna netra tersebut dapat menggunakan aplikasi Screen Reader. Screen Reader merupakan sebuah perangkat lunak yang berfungsi untuk membaca setiap teks yang akan muncul di layar komputer. Kemudian teks tersebut akan diterjemahkan ke dalam bentuk audio.
Screen reader dapat dikatakan sebagai “mata” bagi tuna netra dalam mengoperasikan komputer. Dengan aplikasi tersebut, tuna netra dapat memperoleh informasi menegenai teks yang tertera di layar monitor.
Contoh aplikasi Screen Reader adalah JAWS, NVDA, dll.

Pengenalan salah satu Screen Reader NVDA
NVDA ( Non Visual Desktop Access ) merupakan salah satu Screen Reader yang dapat membantu tuna netra dalam menggunakan komputer. Program ini bekerja dengan mengeluarkan suara. Dengan mengikuti kemana arah kursor tersebut berhenti.
Software ini bersifat freeware (gratis) dan open source (mudah dikembangkan) yang dikembangkan oleh NV Access. NVDA memiliki kemampuan untuk membaca posisi pointer mouse pada layar monitor. Kelebihan NVDA yaitu tersedianya NVDA portable. Sehingga ia memudahkan pengguna dalam mengoperasikan komputer.

Huruf Braille
Selain menggunakan aplikasi Screen Reader, seorang tuna netra juga disarankan untuk menggunakan Huruf Braille pada keyboard.
Huruf Braille adalah sistem tulisan sentuh yang digunakan untuk Tuna Netra. Huruf Braille yaitu format huruf timbul yang ditulis dengan cara menekan tombol yang berada pada keyboard, yang hasil atau hurufnya dapat diraba dengan menggunakan jari.
Sistem ini diciptakan oleh seorang yang berkebangsaan Perancis yang bernama “Louis Braille” seorang tuna netra yang disebabkan kebutaan sewaktu kecil. Ketika berusia 15 tahun, Braille membuat suatu tulisan untuk memudahkan membaca ketika gelap. Tulisan ini dinamakan huruf Braille.
Huruf-huruf Braille menggunakan kerangka penulisan seperti kartu domino. Satuan dasar dari sistem tulisan ini disebut sel Braille, di mana tiap sel terdiri dari enam titik timbul, tiga baris dengan dua titik. Keenam titik tersebut dapat disusun sedemikian rupa hingga menciptakan 64 macam kombinasi. Huruf Braille dibaca dari kiri ke kanan dan dapat melambangkan abjad, tanda baca, angka, tanda musik, simbol matematika dan lainnya.

Sumber : http://brailleadaptive.com/

1 komentar:

  1. yup mba dan bisa kunjungi website saya seorang tunanetra yang sedang mencoba membuat website dan berbagi informasi kepada semuanya. Ditunggu kunjungannya di
    http://www.infopurwokerto.info

    ok salam

    BalasHapus